ASPEK, FUNGSI, FAKTOR MANAJEMEN KELAS
TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
A. ASPEK-ASPEK
MANAJEMEN KELAS
Kegiatan-kegiatan
yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen
kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah :
1)
Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat
keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam
mengikuti proses belajar mengajar.
2)
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa,
memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut.
3)
Pendistribusian bahan dan alat.
4)
Mengumpulkan informasi dari siswa.
5)
Mencatat data.
6)
Pemeliharaan arsip.
7)
Menyampaikan materi pelajaran.
8)
Memberikan tugas/pr.
Sedangkan
hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan
pertama dengan siswa di kelas menurut dirjen puod dan dirjen dikdasmen
(1996:13) adalah:
a)
Ketika bertemu dengan siswa, guru
harus: bersikap tenang dan percaya diriï tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau
sikap tidakï
simpatik. Memberikan salam lalu
memperkenalkan diri.ï memberikan format isian tentang data pribadi
siswa atau guruï
menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat.
b)
Guru memberikan tugas kepada siswa
dengan tertib dan lancar.
c)
Mengatur tempat duduk siswa dengan
tertib dan teratur.
d)
Menentukan tata cara berbicara dan _anya
jawab.
e)
Bertindak disiplin baik terhadap siswa
maupun terhadap diri sendiri.
B. FUNGSI
MANAJEMEN KELAS
Fungsi
Fungsi manajemen kelas sebenarnya merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen
yang diaplikasikan di dalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran
yang hendak dicapinya.
1.
Perencanaan
Perencanaan
merupakankegiatan berpikir (mind) untk menetapkan tujuan . perencanaan
pembelajaran adalah upaya yntuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam
mencapai kompetensi yang diharapkan dan harus dimiliki oleh peserta didik.
2.
Pengorganisasian
Pegorganisasian
pengajaran yang diterapkan di sekolah harus memperhatikan faktor perbedaan
kemampuan dan latar belakang siswa.
3.
Penggerakan
Tindakan
untuk memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan serta mempengaruhi
orang lain agar mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.
4.
Pengarahan
Usaha
seorang guru dalam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada siswa agar
terhindar dari hambatan dalam belajar.
5.
Pengkoordinasian
Mengatur
baik-baik kegiatan pembelajaran supaya dalam praktiknya dapat terarah dengan
baik . keefektifan manajemen kelas dipengaruhi juga oleh keseimbangan yang
proporsional dan kesesuaian antara materi, media, metode, dan alokasi waktu
pembelajaran.
6.
Pengendalian
7.
Inovasi
Fungsi Guru dalam Pembelajaran (Manajemen Kelas)
1. Fungsi
Instruksional Sepanjang sejarah keguruan, tugas atau fungsi guru yang sudah
tradisional adalah mengajar (to teach), yaitu ; 1) menyampaikan sejumlah
keteranganketerangan dan fakta-fakta kepada murid, 2) memberikan tugas-tugas
kepada mereka, dan 3) mengoreksi atau memeriksanya. Fungsi intruksional inilah
yang masih selalu diutamakan oleh hampir semua orang yang disebut guru, dan
fungsi instruksional ini masih dominan dalam karier besar guru.
2. Fungsi Edukasional Fungsi guru sesungguhnya bukan
hanyalah mengajar, akan tetapi juga harus mendidik (to educate). Fungsi
educational ini harus merupakan fungsi sentral guru. Dalam fungsi ini setiap
guru harus berusaha mendidik murid-muridnya menjadi manusia dewasa.
3. Fungsi Managerial Fungsi kepemimpinan atau
managerial guru ini dalam administrasi sekolah modern tidak hanya terbatas di
dalam kelas, akan tetapi juga menyangkut situasi sekolah dimana ia bekerja,
bahkan menynangkut pula kegiatankegiatan di dalam masyarakat.
C.
FAKTOR –FAKTAR MEMPENGARUHI MANAJEMEN
KELAS
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas Berhasilnya manajemen kelas dalam memberikan
dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melakat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas
yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain: Kondisi fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil
pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal
mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif
terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
1. Ruangan
tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan tempat belajar harus memungkinkan
semua siswa bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu
antara siswa yang satu dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar.
Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang
melakukan kegiatan. Jika ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah
hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
2. Pengaturan
tempat duduk.
Dalam mengatur tempat duduk yang penting
adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat
mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi
kelancaran proses belajar mengajar.
3. Ventilasi
dan pengaturan cahaya Suhu
Ventilasi
dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada) adalah aset penting
untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus
cukup menjamin kesehatan siswa.
4. Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat
khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi
kepentingan belajar. Barang-barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan
dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu
pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu gerak kegiatan siswa. Hal lainnya adalah pengamanan barang-barang
tersebut. Baik dari pencurian maupun barangbarang yang mudah meledak atau
terbakar. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penciptaan lingkungan fisik
tempat belajar adalah kebersihan dan kerapihan. Seyogyanya guru dan siswa turut
aktif dalam membuat keputusan mengenai tata ruang, dekorasi dan sebagainya.
DAFTAR RUJUKAN
Dirjen PUOD dan Dirjen
Dikdasmen.1996. Pengelolaan Kelas, Seri
Peningkatan Mutu 2,.Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Maman Rahman. 1998. Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan Guru
Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.
M. Entang, T raka Joni
an Prayitno.1985.Pengelolaan Kelas,
Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Jakarta: Dirjen
Dikti Depdikbud
sangat bermanfaat sekali materinya kak
BalasHapus