KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS



TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD



OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247



DOSEN PENGAMPU : YESSI RIFMASARI M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019/2020

KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS

Komponen-komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif ) dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
a.      Keterampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, yaitu :
1)      Singkap Tanggap, dapat dilakukan dengan cara :
a)      Memandang secara seksama.
b)      Gerak mendekati.
c)      Memberi pernyataan.
d)     Memberi reaksi terhadap gangguan dan kekacauan.
2)      Membagi Perhatian, dapat dilakukan dengan cara :
a)      Visual, guru dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pembelajaran.
b)      Verbal, guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik sementara ia memimpin aktivitas anak didik.
3)      Pemusatan Perhatian Kelompok, dapat dilakukan dengan cara :
a)      Memberi tanda, dengan cara menciptakan atau membuat situasi tentang suatu objek sebelum diperkenalkan kepada siswa.
b)      Pertanggungjawaban.
c)      Pengarahan dan Petunjuk yang jelas.
d)     Penghentian, guru dapat menanggulangi terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktif dalam kegiatan di kelas.
e)      Penguatan.
f)       Kelancaran.
g)      Kecepatan.
b.      Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengmbangan Kondisi Belajar  yang Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang berulang-ulang meskipun guru telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
1)      Modifikasi Tingkah Laku.
2)      Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok.
3)      Menemukan daan Memecahkan Tingkah Laku yang Menimbulkan Masalah.[6]

Adapun menurut pendapat Komponen – Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu keterampilan yang bersifat preventifI dan keterampilan yang besifatrepresif.
1.      Keterampilan yang bersifat preventif
Sesuai dengan sifatnya keterampilan ini mencakup kemampuan guru untukmencegah terjadinya gangguan sehingga kondisi belajar yang optimal dapat diciptakan dan dipelihara. Untuk mewujudkan keterampilan ini, guru harus mampu mengambil prakarsa dalam mengendalikan pembelajaran sehingga gangguan-gangguan yang dapat menurunkan atau merusak kondisi belajar tidak sempat muncul.
Usaha untuk mencegah munculnya gangguan-gangguan tersebut antara lain sebagai berikut :
a.       Menunjukkan sikap tanggap
Sikap tanggap terhadap suatu objek berarti adanya kesadaran yang muncul secara cepat dalam diri seseorang tentang perubahan yang terjadi pada objek tertentu.  Sejalan dengan pengertian tersebut, maka sikap tanggap yang dimiliki guru terhadap situasi kelasnya akan memungkinkan guru mengetahui dengan cepat adanya perubahan-perubahan di dalam kels. Sikap tanggap dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, antara lain sebagai berikut.
1)   Memandang secara seksama
Guru dapat memandang siswa secara seksama untuk melakukan interaksi dengan siswa baik secara individu maupun secara kelompok.
2)   Gerak mendekati
Disamping sebagai penguatan dan bertujuan untuk memabantu siswa yang mengalami kesulitan, gerak mendekati yang dilakukan dengan tepat menunjukkan kesiagaan dan perhatian guru terhadap kegiatan belajar siswa
3)   Memberikan pernyataan
Sikap guru dapat juga dikomunikasikan dengan pernyataan kesiapan guru untuk memulai kegiatan atau memberikan respon.

4)   Memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan siswa
Guru harus menyadari ada siswa yang mengganggu atau acuh terhadap pelajaran, guru memberikan reaksi berupa teguran halus yang jelas sasarannya dan dilakukan pada saat yang tepat.

b.       Membagi Perhatian
Dalam mengelola kegiatan pembelajaran guru dituntut mampu membagi – bagi perhatiannya kepada semua siswa. Kemampuan ini dapat ditunjukkan secara verbal maupun secara visual.
1)      Secara verbal
Perhatian guru terhadap kegiatan siswa dinyatakan dengan komentar, meskipun ketika itu guru sedang memimpin/ membantu kelompok lain/ kelas lain
2)      Secara visual
Adanya perhatian guru terhadap kegiatan siswa ditunjukan dengan mengalihkan pandangan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain, baik kegiatan kelompok maupun kegiatan individual. Kemampuan guru untuk membagi perhatian kepada seluruh siswa menyebabkan siswa merasa bahwa apa yang dikerjakannya selalu diperhatikan oleh guru.

c.       Memusatkan perhatian kelompok
Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar dapat di pertahankan jika guru mampu secara terus-menerus memusatkan perhatian kelas kepada tugas yang diberikan. Memusatkan perhatian dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut.
1)      Menyiagakan siswa
Sebelum melakukan tugas, siswa “disiagakan” terhadap tugas yang akan dikerjakan dengan menciptakan situasi yang menarik atau menantang, yang berkaitan dengan tugas yang akan dikerjakan/dibahas.
2)      Menuntut tanggung jawab siswa
Cara ini menuntut guru bersikap tegas terhadap segala keputusan/ kesepakatan yang telah dikomunikasikan kepada siswa.

d.      Memberian petunjuk yang jelas
Petunjuk yang jelas, singkat, mudah dimengeri siswa akan sangat membantu kelancaran tugas yang harus dikerjakan oleh siswa hingga kondisi belajar dapat dioptimalkan.



e.        Menegur
Ada kalanya, guru tidak berhasil mencipatakan kondisi belajar yang maksimal dengan cara-cara yang disebutkan diatas. Dalam hal ini, guru dapat menegur siswa. Teguran yang efektif haruslah tegas dan jelas tertuju pada siswa tertentu, tidak kasar, tidak menyakitkan, tidak bersifat menghina, dan tidak merupakan cemoohan atau ejekan. Guru harus ingat bahwa teguran mempunyai pengaruh bagi siswa lain. Untuk menghindari pengaruh negative dari teguran, guru dan siswa dapat membuat aturan bersama, hingga teguran hanya berupa “meningkatkan” siswa akan aturan yang telah disepakati.

f.        Memberi penguatan
Penguatan terutama diberikan kepada siswa yang sering mengganggu, tapi suatu ketika bertingkah laku yang baik

2.        Keterampilan Yang bersifat Represif
Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru untuk mengatasi gangguan yang muncul secara berkelanjutan, sehingga kondisi kelas yang terganggu dapat dikembalikan menjadi kondisi yang optimal. Ada tiga pendekatan yang dapat diterapkan oleh guru dalam mengatasi gangguan berkelanjutan, yaitu: midifikasi tingkah laku, pengelolaan kelom[pok, dan menemukan serta mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah
a.         Modifikasi tingkah laku
Pendekatan ini memandang bahwa tingkah laku dapat dipelajari melalui kegiasaan. Untuk melakukan gal tersebut, guru dapat menempuh berbagai cara berikut
1)      Meningkatkan tingkah laku  yang diinginkan  dengan cara member penguatan pada tingkah laku siswa yang merupakan bagian dari tingkah laku yang diinginkan
2)      Mengjarkan tingkah laku baru jika aspek tingkah laku yang di inginkan tidak muncul, dengan cara member tuntunan (shaping) atau dengan member contoh (modeling).
3)      Mengurangi/menghilankan tingkah laku yang tidak di inginkan, yang dapat dilakukan dengan cara berikut.
a)      Penghapusan penguatan (extinction)
Dengan cara ini, guru mengalihkan perhatian dari tingkahlaku yang bisa dibiarkan, mejadi tidak diterima lagi dengan maksud agar prilaku siswa berubah.
b)      Member hukuman
Hukuman harus diberikan secara hati-hati karena dampak negatifnya sangat besar.
c)      Menambahkan kesempatan (time out)
Guru membatalkan kesempatan siswa tertentu untuk mengikuti kegiatan karena sering menganggu.
d)     Pengurangan Hak ( Response cost)
Dengan cara ini siswa yang sering mengganggu tidak sepenuh nya di izinkan untuk mengikuti kegiatan, atau haknya untuk menerima penguatan dikurangi




b.       Pengelolaan Kelompok
Pendakatan ini beranggapan bahwa kelas merupakan kelompok masyarakat kecil, sehingga masalh-masalah yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui kelompok. Untuk melakukan hal ini, guru harus memiliki 2 keterampilan berikut
1)      Memperlancar tugas-tugas
2)      Memelihara kegiatan kelompok
c. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masaah pendekatan ini berdasarkan pada 2 asumsi yaitu :
1)      Tingkah laku yang menyimpang merupakan gejala yang bersumber dari sejumlah sebab
2)      Luasnya tindakan yang akan diambil untuk mengidentifikasi dan memperbaiki sebab-sebab dasar tersebut, sangat menentukan berkurangnya tingkah laku yang menyimpang tersebut.

Tujuan pengelolaan kelas menurut sudirman (dalam Syaful Bahri Djmarah. Pada hakikatnya terkandung dalam hakikat pendidikan. Tujuan pengelolaan kelas adalah penyedia fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual.
Sedangkan Arikunto (dalam Syaful Bahri Djmarah berpendapat bahwa ruang pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesien.













DAFTAR RUJUKAN


Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain.2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Mudasir.2011.Manajemen Kelas. Pekanbaru : Zanafa Publishing.

Syaifl Bahri Djamarah.2000.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.Jakarta: Rineka Cipta.

Komentar

Posting Komentar