manajemen kelas
TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD

OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
MANAJEMEN KELAS
A. Konsep
Dan Kegiatan Manajemen Kelas
Setiap ahli memberi pandangan yang
berbeda tentang batasan manajemen, karena itu tidak mudah memberi arti
universal yang dapat diterima semua orang. Namun demikian dari pikiran-pikiran
ahli tentang definisi manajemen kebanyakan menyatakan bahwa manajemen merupakan
suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai
suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara
ilmiah dan dapat pula menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam
mendayagunakan kemampuan orang lain.
Dengan demikian terdapat tiga fokus untuk
mengartikan manajemen yaitu:
1. Manajemen
sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal
manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan
perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan
menjadi kemampuan/keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual.
2. Manajemen
sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai
aktivitas manajemen.
3. Manajemen
sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan
atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
Manajemen
Kelas adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran, pengaturan
waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, dan pengelompokan siswa dalam belajar.
(Alam S : 1B) Pengelolaan kelas adalah segala kegiatan guru di kelas yang
menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses
belajar. (Raka Joni : 1) Pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang
senagaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan dan mempertahankan
kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Manajemen Kelas
adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga murid-murid dapat
belajar
2. Tujuan
Manajemen Kelas
Manajemen kelas pada umumnya bertujuan
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan
pembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional
merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa.
Tujuan pengelolaan kelas menurut A.C.
Wragg : 25 - Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang
sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa.
a. Mereka
akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas
yang sesuai dengan kemampuannya. Indikator Keberhasilan dalam pengelolaan kelas
adalah :
b. Terciptanya
suasana/kondisi belajar mengajar yang kondusif (tertib, lancar, berdisiplin dan
bergairah)
c. Terjadinya
hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan antara siswa
dengan siswa (Alam S : 2003)
Menurut Dirjen Dikdasmen yang menjadi
tujuan manajemen kelas adalah :
a.
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas,
baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang
memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
b.
Menghilangkan berbagai hambatan yang
dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c.
Menyediakan dan mengatur fasilitas serta
perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan
lingkungan sosial, emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
d.
Membina dan membimbing siswa sesuai
dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Usman mengemukakan dua
macam tujuan pengelolaan kelas yaitu:
1. Tujuan umum pengelolaan kelas adalah
menyediakan dan menggunakanan fasilitas belajar untuk bermacam-macam kegiatan
belajar mengajar agar mencapai hasil yang baik.
2. Tujuan
khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat
belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan
belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Tujuan
pengelolaan kelas tersebut di atas, bersifat spesifik karena hanya menyentuh
aspek luar peserta didik, berupa fasilitas belajar, motivasi belajar, dan
penyediaan kondisi yang mendukung aktivitas belajar peserta didik
C. Proses
Manajemen kelas
Kegiatan
manajemen kelas (pengelolaan kelas) meliputi dua kegiatan yang secara garis
besar terdiri dari;
a.
Pengaturan orang (siswa) Pengaturan
orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas
sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa
diberikan kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan
minat dan keinginannya.
b.
Pengaturan fasilitas Pengaturan
fasilitas adalah kegiatan yang harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa
dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas
diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa
senang, nyaman, aman, dan belajar dengan baik.
D. STRATEGI
MANAJEMEN KELAS
Strategi manajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan
langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan
kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal,
aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Strategi manajemen kelas adalah kegiatan menciptakan,
mempertahankan, dan mengembalikan kondisi yang optimal dalam proses pembelajran
untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Ragam strategi
manajemen kelas meliputi:
1. Penataan Lingkungan
Belajar
Lingkungan belajar dikelas sebagai situasi buatan yang
berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman
belajar, dapat diklasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan
sosial.
Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang
kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup
menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yag diatur
sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan. Pengelolaan
lingkungan sosial meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru,
serta lingkugan sekitar.
2. Cara Pengajaran Guru
Dalam rangka memelihara kondisi dan suana belajar yang
kondusif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan
pembelajaran. karena mengaja adalah hal kompleks dan melibatkan peserta didik
yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai berbagai
strategi dan perspektif dan dapat serta dapat mengaplikasikannya secara
fleksibel.dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pembelajaran,
strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasial,
keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar
belakang kultural yang beragam. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dapat
ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:
a) Strategi pemblejaran
seluruh kelas
b) Strategi pembelajaran
kelompok kecil
c) Strategi pembelajaran
dengan bekerja berpasangan
d) Strategi pembealajarn
individu
3. Pengaturan Perilaku
dan Pemberian Motivasi kepada Siswa
Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan kan
lingkungan dimana siswa berinteraksi, diharapkan mampu membentuk sikap dan
perilaku siswa yang baik. Dalam prosesnya, seringkali muncul perilaku siswa
yang mengganggu kondisi kelas. Oleh karena itu, guru dapat menerapkan sistem
reward dan punishment. Reward ataw penghargaan diberikan kepada siswa yang
berprestasi dan berperilaku baik, sedangkan Punishment atau hukuman diberikan
atau ditujukan kepada siswa yang melanggar peraturan. Reward dan Punishment
berfungsi untuk menumbuhkan motivasi siswa.
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi
siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi
motivasi belajar siswa antara lain:
a) Membangkitkan minat
belajar
b) Mendorong rasa ingin
tahu
c) Menggunakan variasi
metode penyajian menarik
d) Membantu siswa dalam
merumuskan tujuan pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Afriza,M.Pd. 2014. Manajemen Kelas.
Pekanbaru: Kreasi Edukasi
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. (1996). Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2.
Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Moh. Uzer Usman.2002.Menjadi Guru Profesional .Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Entang, T raka Joni an Prayitno. (1985). Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
Assalamualaikum kak,di sini saya mau bertanya, apa saja yg di lakukan guru dalam mengelola kelas dengan baik
BalasHapussangat bermanfaat mateerinya kak
BalasHapusCukup bermanfaat min
BalasHapus