Ringkasan materi kelompok 4
Ringkasan
kelompok 4
Tentang
Prinsip
Manajemen Kelas

OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS
A. Prinsip-Prinsip
Pengelolaan Kelas
“Secara umum faktor
yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor
intern dan faktor ekstern peserta didik.” (Djamarah 2006). Faktor intern
peserta didik berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku.
Kepribadian peserta didik denga ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan
peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya sacara individual.
Perbedaan sacara
individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual,
dan psikologis. Faktor ekstern peserta didik terkait dengan masalah suasana
lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokan peserta didik,
jumlah peserta didik, dan sebagainya. Masalah jumlah peserta didik di kelas
akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas,
misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik.
Sebaliknya semakin sedikit jumlah peserta didik di kelas cenderung lebih kecil
terjadi konflik.
Djamarah (2006)
menyebutkan “Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas
dapat dipergunakan.” Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh
Djamarah adalah sebagai berikut:
a. Hangat
dan Antusias Hangat dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru
yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya
atau pada aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan
kelas.
b. Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang
akan meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar sehingga mengurangi
kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c. Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak
didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian peserta didik.
Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang
efektif dan menghindari kejenuhan.
d. Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan peserta didik serta menciptakan iklim
belajarmengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya
gangguan seperti keributan peserta didik, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan
tugas dan sebagainya.
e. Penekanan
pada Hal-Hal yang Positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus
menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada
hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang
dilakukan guru terhadap tingkah laku peserta didik yang positif daripada
mengomeli tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan
pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan
yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
f. Penanaman
Disiplin Diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat
mengembangkan dislipin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan
mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin
dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
Pengelolaan pembelajaran yang baik harus
dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip mengajar. Ia harus mempertimbangkan
segi dan strategi pembelajaran, dirancang secara sistematis, bersifat
konseptual tetapi praktis-realistik dan fleksibel, baik yang menyangkut masalah
interaksi pembelajaran, pengelolan kelas, pemanfaatan sumber belajar
(pengajaraan) maupun evaluasi pembelajaran. Dengan demikian manajemen kelas
yang efektif adalah syarat bagi pengajaran yang efektif (Kompri, 2014: 149)
B. PERMASALAHAN
DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya
manajemen kelas dalam mendukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu “faktor-faktor yang melekat pada kondisi
fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru” (Karwati dan Priansya, 2014: 31-32).Kasus-kasus
yang dijumpai guru dalam manajemen kelas:
1. Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam
kelas.
2. Fasilitas yang diperlukan.
3. Kondisi siswa.
4. Teknik
mengajar guru.
C. KEBIJAKAN
TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Kegiatan yang
bersifat penyembuhan mengikuti langkah sebagai berikut :
a)
Mengidentifikasi masalah
Pada langkah
ini, guru mengenal atau mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang
timbul dalam kelas. Berdasar masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis
penyimpangan sekaligus mengetahui latar belakang yang membuat peserta didik
melakukan penyimpangan tersebut.
b)
Menganalisis masalah
Pada langkah
ini, guru menganalisis penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar
belakang dan sumber-sumber dari penyimpangan itu.Selanjutnya menentukan
alternatif-alternatif penanggulangannya.
c)
Menilai alternatif-alternatif pemecahan
Pada
langkah ini guru menilai dan memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap
tepat dalam menanggulangi masalah.
d)
Mendapatkan balikan
Pada
langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan maksud menilai keampuhan
pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilihuntuk mencapai sasaran yang
sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas balik ini dapat dilaksanakan dg
denganngadakan pertemuan dengan para peserta didik.Maksud pertemuan perlu
dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui serta menyadari bahwa
pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan, semata-mata untuk perbaikan, baik
untuk peserta didik maupun sekolah.
DAFTAR RUJUKAN
Asep Suryana, (2005),
Makalah TECHNOLOGIES FOR RESTRUCTURED CLASSROOMS, disampaikan
dalam lokakarya .Universitas Negeri Yogya.
Asep suryana. 2006. Bahan
belajar mandiri Manajemen kelas. Universitas Pendidikan Indonesia
M. Entang, T raka Joni
an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
sangat bermanfaat sekali matrinya kak
BalasHapus