ringkasan materi kelompok 6
TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Ringkasan
Pelaksanaan Diskusi Panel Kelompok 6

OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
(STKIP) ADZKIA PADANG
Ringkasan materi kelompok 6
A.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Belajar
1. Faktor
intern;
Faktor intern
yang dimaksudkan adalah kondisi internal dari siswa itu sendiri seperti kondisi
jasmaniah siswa, apakah secara fisik siswa dapat mengikuti kegiatan belajar
mengajar. Kondisi Psikologis, apakah siswa tidak sedang mengalami atau
merasakan adanya masalah, sehingga mengganggu konsetrasinya. Kondisi kelelahan,
baik secara fisik maupun mental siswa mengalami kelelahan. Lebih jelasnya
kondisi-kondisi tersebut dapat dilihat di bawah ini;
a. Jasmaniah;
Faktor-faktor kesehatan atau kelainan fungsi pada tubuh jasmaniah siswa akan
memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar yang diikutinya.
b. Psikologis
; Intelegensi, perhatian, minat bakat, motif, kematangan, kesiapan Kelelahan ;
Kelelahan baik jasmaniah maupun rihanian akan memberikan pengaruh buruk terhadap
proses dan hasil belajar anak.
2. Faktor
Ekstern
Faktor
ekstern adalah unsur lingkungan luar diri dari siswa itu sendiri.
Kondisi-kondisi dalam keluarganya di rumah, keadaan sekolah, dan kondisi
masyarakat sekitar rumah dan sekolah akan memberikan pengaruh terhadap
konsentrasi dan kesiapan siswa untuk emgnikuti kegiatan belajar mengajar.
B.
Kondisi
dan Situasi Belajar Mengajar
1. Kondisi Fisik
Lingkungan fisik
tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak. Guru harus dapat
menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan peserta didik.
a. Ruang
tempat berlangsungnya pembelajaran ; Ruang Kelas, Ruang Laboratorium, Ruang
Serbaguna/Aula.
b. Pengaturan
tempat duduk ; Pola berderet atau berbaris-belajar, Pola susun berkelompok,
Pola formasi tapal kuda, Pola lingkaran atau persegi.
c. Ventilasi
dan pengaturan cahaya.
d. Pengaturan
penyimpanan barang-barang.
2. Kondisi
Sosio Emosional
Kondisi
sosio-emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran.
Tipe
kepemimpinan guru, artinya adalah fungsi yang melakat pada guru ketika berada
dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru melaksanakan peran sebagai
pem,impin dalam pembelajaran di kelas. Apakah gaya otoriter segala sesuatunya
diatur dan diarahkan oleh sendiri dan
siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat didalamnya, atau gaya demokrasi
dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid sesuai dengan
peranannya masing-masing.
Sikap guru, sikap yang diperlihatkan
oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan mempengaruhi mod anak,
apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap
yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan
bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik diperlihatkan.
Pembinaan
hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus dibangun berdasarkan
fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar dikelas, akan tetapi
apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban
yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman berhubungan seperti dengan ibu
dan bapaknya dirumah.
Namun hal itu dapat bisa juga mengunakan
prinsip Mengajar yang Efektif diantaranya :
a. Konteks
Konteks yang baik meliputi : 1)
dapat membuat pelajar menjadi lawan berionteraksi secara dinamis dan kuat, 2)
terdiri dari pengalaman actual dan konkret, 3) pengalaman konkret yang dinamis
merupakan alat untuk menyusun pengertian, bersifat sederhana, dan pengalaman
itu dapat ditiru untuk diulangi.
b. Fokus
Untuk mencapai pembelajaran yang
efektif, harus dipilih focus yang memiliki cirri-ciri ; 1) Memobilisasi tujuan,
2) memberi bentuk dan uniformitas pada belajar, 3) Mengorganisasi belajar
sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan.
c. Sosialisasi
Kondisi social pada suatu kelas
banyak sekali pengaruhnya terhadap proses belajar yang sedang berlangsung di
kelas tersebut.
d. Individualisasi
Dalam mengorganisasikan kelas guru
harus memperhatikan taraf kesanggupan siswa dan merangsangnya untuk menentukan
bagi dirinya sendiri apa yang dapat dilakukan dengan baik.
e. Urutan
Bila hendak mencapai belajar yang
otentik, organisasi rangkaian atau urutan dari belajar dengan penuh makna harus
dengan sendirinya bermakna pula.
f. Evaluasi
Evaluasi sebagai suatu alat untuk
mendapatkan cara-cara melaporkan hasil-hasil pelajaran yang dapat dicapai dan
dapat memberi laporan tentang siswa kepada siswa itu sendiri serta kepada orang
tuannya dan kita pelaku pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Asep Suryana, (2005), Makalah TECHNOLOGIES FOR RESTRUCTURED CLASSROOMS, disampaikan dalam lokakarya .Universitas Negeri Yogya.
Asep suryana. 2006. Bahan belajar mandiri Manajemen kelas. Universitas Pendidikan Indonesia
M. Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapus