ringkasan penampilan kelompok 3


Ringkasan Materi Kelompok 3
Tentang
Pendekatan dalam Manajemen Kelas



OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247



DOSEN PENGAMPU : YESSI RIFMASARI M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
2019/2020



PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS

A.    PENGERTIAN PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
Pendekatan berasal dari kata dekat yang berarti pendek,tidak jauh, hampir, akrab dan menjelang. Sementara pendekatan secara bahasa dapat diartikan sebagai proses atau cara perbuatan mendekati. Namun, secara istilah pendekatan bersifat aksiomatis (yang sudah jelas kebenarannya) menyatakan suatu pendirian, filsafat, keyakinan atau merupakan sebuah bahan pokok. Jadi manajemen kelas dapat diartikan sebagai cara pandang seorang guru dalam menentukan kegiatan mengelola kelas.
Kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas termasuk salah satu dari perwujudan kompetensi pedagogik.
B.     SIKAP GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Djamarah (2006 : 185) yaitu
(1)  Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukkan antusias pada tugasnya,
(2) Menggunakan kata – kata, tindakan, cara kerja dan bahan – bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar,
(3) Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan siswa,
(4) Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya,
(5) Guru harus menekankan pada hal – hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal – hal yang negatif dan
(6) Guru harus disiplin dalam segala hal.
Tipe kepemimpinan yang otoriter harus diubah menjadi lebih demokratis karena tipe kepemimpinan otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau guru yang demokratis maka semua aktivitasnya akan menurun. Tipe kepemimpinan guru yang demokratis lebih mungkin terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai. Untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal guru harus menempatkan diri sebagai model, pengembang, perencana, pembimbing dan fasilitator.
C.    PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Abu Ahmadi (1977) mengemukakan peran guru sebagai pembimbing atau pembina dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, sebagai berikut : 
1)       Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian.
2)      Mengusahakan agar siswa-siswa dapat memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat dan pembawaannya. 
3)      Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laku social yang baik.
4)      Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
5)      Membantu memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya. 
Peranan guru sebagai pembimbing/pembina harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap. Tanpa bimbingan dan binaan anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya.
Erick Hoyle (Rochman Natawidjaja, 1988: 32-33) mengemukakan seperangkat peranan guru yang sekaligus ditampilkannya di dalam kelas. Peranan-peranan itu sebagai berikut : 
1)      Wakil masyarakat.
2)      Hakim (memberi nilai).
3)      Sumber (proses, pengetahuan dan keterampilan).
4)      Penolong (memberi bimbingan bagi kesulitan siswa).
5)      Detektif (menemukan pelanggar aturan).
6)      Pelerai (menyelesaikan perselisihan diantara siswa).
7)      Obyek identifikasi bagi siswa.
8)      Penawar kecemasan (membantu siswa mengendalikan nafsu).
9)      Penunjang kekuatan ego (membantu siswa untuk memiliki kepercayaan pada diri sendiri).
10)  Pemimpin kelompok (membentuk iklim kelompok).
11)  Pengganti orang tua (bertindak sebagai tempat mengeluh anak-anak muda).
12)  Sasaran kemarahan siswa (bertindak sebagai obyek agresi yang timbul dari frustasi yang diciptakan orang dewasa).
13)  Teman dan kepercayaan (membangun hubungan yang hangat dengan anak dan saling mempercayai).
14)  Obyek perhatian (mematuhi kebutuhan psikologi anak).
D.    MACAM-MACAM  PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS
1.      Pendekatan otoriter dimana pendekatan ini informasi bersumber dari guru atau siswa tidak diberi kekuasaan dan gurulah yang memegang hak veto nya.
2.      Pendekatan permisif dimana pendekatan ini semua bebas dalam mengajukan pendapat
3.      Pendekatan ancaman dimana ancaman ini ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan namun pada dasarnya memang tidak boleh dilakukan. Tapi kita boleh melakukan ancaman namun ancaman yang positif.
4.      Pendekatan instruksional.










DAFTAR RUJUKAN


Djamarah, Syaiful Bahri.2006.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta

Wiyani, Novan Ardy.2013.Manajemen Kelas.Jogjakarta:Ar-Ruzz Media



Komentar

Posting Komentar