ringkasan penampilan kelompok 3
Ringkasan
Materi Kelompok 3
Tentang
Pendekatan
dalam Manajemen Kelas

OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN PENGAMPU
: YESSI RIFMASARI M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
PENDEKATAN
DALAM MANAJEMEN KELAS
A.
PENGERTIAN
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
Pendekatan
berasal dari kata dekat yang berarti pendek,tidak jauh, hampir, akrab dan
menjelang. Sementara pendekatan secara bahasa dapat diartikan sebagai proses atau
cara perbuatan mendekati. Namun, secara istilah pendekatan bersifat aksiomatis
(yang sudah jelas kebenarannya) menyatakan suatu pendirian, filsafat, keyakinan
atau merupakan sebuah bahan pokok. Jadi manajemen kelas dapat diartikan sebagai
cara pandang seorang guru dalam menentukan kegiatan mengelola kelas.
Kemampuan
seorang guru dalam mengelola kelas termasuk salah satu dari perwujudan
kompetensi pedagogik.
B.
SIKAP
GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Djamarah (2006 : 185) yaitu
(1) Hangat dan antusias,
guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukkan antusias pada tugasnya,
(2) Menggunakan kata – kata, tindakan, cara kerja dan bahan –
bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar,
(3) Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara
guru dan siswa,
(4) Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya,
(5) Guru harus menekankan pada hal – hal yang positif dan
menghindari pemusatan perhatian pada hal – hal yang negatif dan
(6) Guru harus disiplin dalam segala hal.
Tipe kepemimpinan yang otoriter harus diubah menjadi lebih
demokratis karena tipe kepemimpinan otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi
siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau guru yang demokratis maka semua
aktivitasnya akan menurun. Tipe kepemimpinan guru yang demokratis lebih mungkin
terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai.
Untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal guru harus
menempatkan diri sebagai model, pengembang, perencana, pembimbing dan
fasilitator.
C.
PERAN
GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Abu Ahmadi (1977)
mengemukakan peran guru sebagai pembimbing atau pembina dalam melaksanakan
proses belajar-mengajar, sebagai berikut :
1) Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan
setiap siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang
dicapainya mendapat penghargaan dan perhatian.
2) Mengusahakan
agar siswa-siswa dapat memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat dan
pembawaannya.
3) Mengembangkan
sikap-sikap dasar bagi tingkah laku social yang baik.
4) Menyediakan
kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih
baik.
5) Membantu
memilih jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan dan minatnya.
Peranan guru sebagai
pembimbing/pembina harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah
adalah untuk membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap.
Tanpa bimbingan dan binaan anak didik akan mengalami kesulitan dalam menghadapi perkembangan dirinya.
Erick
Hoyle (Rochman Natawidjaja, 1988: 32-33) mengemukakan seperangkat peranan guru
yang sekaligus ditampilkannya di dalam kelas. Peranan-peranan itu sebagai
berikut :
1) Wakil
masyarakat.
2) Hakim
(memberi nilai).
3) Sumber
(proses, pengetahuan dan keterampilan).
4) Penolong
(memberi bimbingan bagi kesulitan siswa).
5) Detektif
(menemukan pelanggar aturan).
6) Pelerai
(menyelesaikan perselisihan diantara siswa).
7) Obyek
identifikasi bagi siswa.
8) Penawar
kecemasan (membantu siswa mengendalikan nafsu).
9) Penunjang
kekuatan ego (membantu siswa untuk memiliki kepercayaan pada diri sendiri).
10) Pemimpin
kelompok (membentuk iklim kelompok).
11) Pengganti
orang tua (bertindak sebagai tempat mengeluh anak-anak muda).
12) Sasaran
kemarahan siswa (bertindak sebagai obyek agresi yang timbul dari frustasi yang
diciptakan orang dewasa).
13) Teman
dan kepercayaan (membangun hubungan yang hangat dengan anak dan saling
mempercayai).
14) Obyek
perhatian (mematuhi kebutuhan psikologi
anak).
D. MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS
1. Pendekatan
otoriter dimana pendekatan ini informasi bersumber dari guru atau siswa tidak
diberi kekuasaan dan gurulah yang memegang hak veto nya.
2. Pendekatan
permisif dimana pendekatan ini semua bebas dalam mengajukan pendapat
3. Pendekatan
ancaman dimana ancaman ini ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan namun pada
dasarnya memang tidak boleh dilakukan. Tapi kita boleh melakukan ancaman namun
ancaman yang positif.
4. Pendekatan
instruksional.
DAFTAR
RUJUKAN
Djamarah, Syaiful Bahri.2006.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta
Wiyani,
Novan Ardy.2013.Manajemen Kelas.Jogjakarta:Ar-Ruzz
Media
sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapus