KESIMPULAN MATERI 1 DAN 2
TUGAS MANAJEMEN KELAS DI SD

OLEH :
TIARA MONALIZA
1620247
DOSEN
PENGAMPU : YESSI
RIFMASARI M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA PADANG
KESIMPULAN
Pengertian
Manajemen Kelas
1. Menurut
M Entang
Manajemen
kelas merupakan berbagai jenis kegiatan yang sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi yang
optimal bagi terjadinya PBM.
2. Ppt
ibuk
Manajemen
kelas adalah kemampuan guru mengelola kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Manajemen
kelas adalah segala usaha yang diarahkan yang efektif dan menyenangkan serta
dapat memotivasi siswa untuk belajar
dengan baik sesuai dengan kemampuan ( dirjen PUOD dan dirjen dikdasmen:1996).
Jadi
dapat disimpulkan manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh
seorang guru agar kondisi belajar dan mengajar menjadi menyenangkan sehingga
tujuan pembelajaran yang dirancang oleh guru akan tercapai semaksimal mungkin.
Seperti diketahui dalam ruang lingkup dari manajemen
kelas terdapat diantaranya :
1. Kurikulum
menyangkut dalam hal ini ialah RPP
dimana RPP ini merupakan suatu pedoman
guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, cara guru mengambil nilai untuk
siswa.
2. Peserta
didik dimana yang dimanajemenkan diantaranya ialah pengaturan tempat duduk misalnya saja ada siswa yang ABK di kelas kita
mengajar maka anak tersebut harus kita istimewakan, anak yang pintar dengan
tidak terlalu pintar, sehingga akan terjadi tutor sebaya, dan pengaturan tempat
dudukpun akan sangat berpengaruh bagi kelas yang kita ajarkan.
Namun
kita sebagai calon guru harus mempunyai kemampuan dalam mengelola kelas seperti
kemampuan pedagogik, profesional ,sosial, personal. Jika salah satu kemampuan
tersebut tidak ada pada diri kita , kita
akan kualahan sendiri dalam belajar, dan suasana belajar menjadi kurang
kondusif.
Nah
untuk itu kita juga harus mampu untuk melaksanakan keterampilan dasar mengajar mulai dari keterampilan, membuka-menutup
pembelajaran. Lalu apa yang terjadi jika salah satu keterrampilan tersebut
tidak diterapkan pada proses pembelajaran ?
misalnya saja didalam pembelajaran kita tidak menggunakan keterampilan
variasi, apakah siswa akan tetap sama kondisi diawal –akhir tentu tidak karena siswa bosan seperti itu terus anak juga butuh refresing otaknya
dengan tidak memporsir pikirannya
kepelajaran saja, ada kalanya kita selingi dengan ice breaking. Sehingga anak
tidak merasa jenuh dan selalu senang belajar dengan kita.
Disamping
hal tersebut kita sebagai calon guru
juga mempunyai peranan penting yakni sesuai UU No 14 tahun 2005 yaitu mendidik
, mengajar, membimbing, mengarahkan , melatih, menilai, dan mengevaluasi.
Karena
kita sebagai calon guru ada tanggung jawabnya
maka apa yang disampaikan kepada siswa harus ada bukti kebenarannya .
contohnya dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan pecahan.
Maka kita harus membuktikan kepada siswa kalau pecahan
diatas jika dijumlahkan hasilnya 5/6, namun harus kita kuatkan dengan media
supaya terbukti kebenarannya.
DAFTAR RUJUKAN
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. (1996). Pengelolaan Kelas, Seri Peningkatan Mutu 2.
Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Moh. Uzer Usman.2002.Menjadi Guru Profesional .Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Entang, T raka Joni an Prayitno. (1985). Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud
Wahhhh,materinya sangat bagus sekali kak😊
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapus